Pengantar: Angka yang Menjadi “Kata”
Pada tahun 2025, Dictionary.com mengejutkan publik dengan memilih “67” (diucapkan “six-seven”, bukan “sixty-seven”) sebagai Word of the Year. CBS News+2BostonGlobe.com+2 Memang, “kata” yang terpilih bukanlah kata dalam arti tradisional, melainkan sebuah nomor yang berubah menjadi fenomena bahasa di dunia daring. Artikel ini mengajak Anda menggali makna, asal usul, dampak budaya, serta implikasi dari fenomena “67”.
Apa Sebenarnya “67”?
Menurut Dictionary.com, “67” merupakan slang yang muncul di kalangan remaja dan “Gen Alpha” di media sosial. ABC+1 Meskipun tidak memiliki definisi baku, “67” sering dipakai sebagai semacam tanggapan santai—“so-so”, “maybe this, maybe that”, atau sebagai ungkapan keanggotaan dalam kelompok yang memahami lelucon bersama. mint+1
Penggunaan yang umum: anak–anak sekolah, TikTok, media daring—seringkali dengan isyarat tangan (telapak menghadap ke atas dan bergerak naik-turun) saat mengucapkannya. mint+1
Asal-Usul dan Penyebaran “67”
Musik, Media Sosial dan Meme
Asal muasalnya dapat ditelusuri ke lagu Doot Doot (6 7) oleh rapper Skrilla yang dirilis akhir 2024 dan memunculkan frasa “6 7” sebagai pengulangan lirik. mint+1 Kemudian, klip TikTok yang memadukan lagu ini dengan potongan video pemain basket seperti LaMelo Ball (yang tinggi 6’7”) semakin mempopulerkan frasa tersebut. New York Post+1
Fenomena Sekolah dan Pendidikan
Fenomena ini tak hanya di media sosial: guru-guru di beberapa sekolah melaporkan bahwa murid terus mengucapkan “six seven” tanpa konteks di kelas. Untuk sebagian guru, ini menjadi gangguan. mint+1
Dalam artian tertentu, “67” menjadi simbol sekaligus “kode dalam” generasi muda yang membuat orang dewasa (terutama guru dan orang tua) bingung.
Kenapa “67” Dipilih Sebagai Word of the Year?
Beberapa alasan yang dikemukakan oleh komite Dictionary.com:
- Lonjakan pencarian, penggunaan media sosial, dan penyebutan “67” meningkat tajam sejak Juni 2025—lebih dari enam kali lipat. BostonGlobe.com+1
- Frasa ini tidak sekadar mewakili sebuah makna literal, namun mencerminkan gaya bahasa digital yang absurd, cepat, dan lebih soal rasa daripada arti. CBS News+1
- Dalam pernyataannya, Dictionary.com menyebut bahwa “kata” tersebut berfungsi sebagai linguistic time capsule bagi momen budaya 2025. BostonGlobe.com
Dengan demikian, “67” bukan hanya fenomena lelucon, tetapi cermin dari bagaimana bahasa, media sosial, dan generasi baru berinteraksi.
Makna Sosial dan Budaya di Balik “67”
Bahasa yang Tanpa Makna yang Pasti
Salah satu hal yang paling menarik: “67” tidak mempunyai arti yang jelas atau tetap. Sementara banyak istilah slang sebelumnya memiliki definisi yang lebih konkret, “67” justru berkembang karena ketidakjelasannya. mint+1
Ini mencerminkan what some linguists call “brain-rot slang” — bahasa yang dibuat dan digunakan lebih karena kesenangan, ritme, lelucon, dan kebersamaan dalam grup dibanding makna serius. Wikipedia
Identitas Generasi & In-Group Signal
“67” berfungsi sebagai tanda keanggotaan—mereka yang menggunakan istilah ini memahami referensi bersama: musik, meme, TikTok, dan dunia sekolah. Untuk generasi yang tumbuh dengan internet, makna bisa datang dari kapan dan bagaimana sesuatu dikatakan, bukan hanya apa yang dikatakan. The Straits Times+1
Tantangan bagi Orang Dewasa
Bagi guru, orang tua, dan generasi sebelumnya, fenomena ini kadang terasa frustrasi. Kata yang dipakai tanpa arti jelas, meluas dan mengganggu lingkungan pendidikan. Tantangan dalam memahami bahasa generasi yang lebih muda ini menjadi nyata. mint
Implikasi untuk Ke Depan
Bahasa dan Teknologi
“67” menunjukkan bahwa dalam era algoritma dan media sosial, suatu istilah bisa sangat cepat menyebar, bahkan tanpa makna yang jelas. Hal ini menimbulkan pertanyaan: bagaimana kamus, lembaga bahasa, dan pendidikan menanggapi perkembangan semacam ini?
Pendidikan dan Kurikulum
Fenomena ini bisa menjadi pintu masuk untuk diskusi bagaimana bahasa remaja berubah, bagaimana media sosial mempengaruhi komunikasi, dan bagaimana sekolah menghadapi budaya slang yang bergerak cepat.
Komunikasi Antar Generasi
“67” juga menggarisbawahi kebutuhan untuk memahami cara generasi muda berkomunikasi—bahwa kadang apa yang tampak “tidak bermakna” justru mengandung makna sosial dalam konteks mereka. Orang tua dan pendidik bisa belajar dari sini untuk menjadi jembatan, bukan sekadar pihak yang merasa terganggu.
Ringkasan
Fenomena “67” adalah salah satu contoh paling mencolok tahun 2025 tentang bagaimana bahasa bisa berubah secara cepat dan tak terduga di era digital. Sebuah angka sederhana yang menjadi “kata”, tanpa makna tetap, namun bermakna besar sebagai simbol generasi, media sosial, dan budaya internet.
Seperti yang dikatakan oleh salah satu editor Dictionary.com:
“Ketika orang mengucapkannya, mereka tidak hanya mengulang meme; mereka sedang meneriakkan sebuah perasaan.” ABC News+1



















![Infinix Note 50s 5G Plus Resmi Meluncur! Spesifikasi Gahar & Harga Terjangkau [2025]](https://teknouniverse.com/wp-content/uploads/2025/04/7-8-360x180.jpg)








